BERNAMA lengkap Bambang Purwanto SE MM, ia adalah dosen Pengajar/Asisten Ahli Fakultas Ekonomi Universitas Malahayati, Bandar Lampung. Selain sebagai dosen, ia juga dipercaya menjadi Kepala bagian Humas dan protokoler Universitas Malahayati.

Yang bertugas untuk memberikan pelayanan dan informasi kepada pihak internal dan eksternal Universitas Malahayati secara akurat dan komprehensif.

Saat ditemui di ruangannya di Lantai Lima Gedung Rektorat Universitas Malahayati, pria kelahiran Ambarawa ini bercerita ia menimba ilmu sejak SD hingga SMA di Kabupaten Pringsewu sebelum akhirnya melajutkan studi strata satu Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen di Universitas Lampung, dan lulus tahun 2001.

Lalu ia melanjutkan kembali Studi Strata dua Program Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Universitas Lampung.

Pria yang akrab disapa Bambang oleh rekannya ini, sangat suka berorganisasi baik organisasi profesi dan organisasi politik praktis, sejak tahun 1990 ia telah diangkat menjadi Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Pringsewu ia terus sktif di berbagai organisasi yang dijalaninya. Hingga pada tahun 2009 ia dipercaya untuk menjadi Ketua Umum Dewan Pengurus Ikatan Dosen Swasta (IDS) Provinsi Lampung.

Selain itu, berbagai pendidikan dan pelatihan ia telah ikuti misalnya Pelatihan Manajemen Organisasi sosial tahun 1991, Training For TRainers sistem monitoring dan Pengembangan Hubungan Bank dengan kelompok, Pelatihan Enterpreneurship di LP3I Bandung tahun 2004 dan 2006.

Untuk pengalaman kerja, ia mengawali karir menjadi Kepala bagian Keuangan Project kerjasama LPPM Yasmida dengan CFF Pusat jakarta tahun 1991-1994, lalu 1995-1998 menjadi pembantu direktur Bidang Akademik LPP Mugen Komputer Bandar Lampung. Ia pernah menjadi Kepala bagian pengembangan tenaga akademik di salah satu kampus swasta di Bandar Lampung pada 2003, sebelum akhirnya bergabung di Universitas Malahayati tahun 2010, dan kini menjadi Kepala Bagian Humas dan Protokoler Universitas Malahayati.

Saat ditanya apa kesan Bambang terhadap Malahayati selama mengabdi di sini, ia menjawab:

“Di sini saya menemui hal yang begitu berkesan di hati yang mungkin tidak akan saya dapatkan di Kampus lain, yaitu konseptual mengenai etika religius yang ditanamkan Universitas kepada para mahasiswa. Itu yang membuat saya merasa kagum dan bangga bekerja disini,” Ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa agar bisa sukses, salah satu kuncinya bukan hanya karena kecerdasan intelektual saja melainkan, harus diiringi dengan kecerdasan emosional dan spiritual juga. Nah, etika religius salah satu hal yang penting yang harus selalu di aplikasikan.

Ia juga berpesan kepada para mahasiswa, “orang lari terjatuh bukan karena batu besar di depannya, melainkan karena kerikil-kerikil kecil yang biasanya tidak pernah jauh dari dirinya,” kata Bambang.

Pria yang lebih suka menghabiskan weekend untuk bersilaturahmi bersama keluarga besarnya itu juga berpesan untuk tidak menyepelekan hal sekecil apapun, meskipun hal itu terkadang disepelekan oleh orang lain.[]